Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Komentar!.

Thursday, 14 April 2011

Penelitian Tindakan Kelas (1)


A.      JUDUL
      UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN SISWA TERHADAP MATERI PELAJARAN MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA DI KELAS V MI DARUL ULUM KABUPATEN CIREBON.

B.     LATAR BELAKANG

Sekolah adalah salah satu Tripusat pendidikan yang dituntut untuk mampu menjadikan output yang ungguk, sekolah adalah suatu sistem organisasi, dimana terdapat sejumlah orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan sekolah yang dikenal Intruksional. Tugas para pendidik adalah mendidik, mengajar, membimbing dan melatih siswanya agar mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, guru harus mempunyai berbagai kemampuan. Salah satu kemampuan yang harus dikuasai adalah mengembangkan diri secara profesional. Ini berarti guru tidak hanya dituntut menguasai materi ajar atau menyajikan secara tepat, tetapi juga mampu melatih, menilai kinerjanya juga mampu memperbaiki hasil pembelajaran yang telah disajikan.
Untuk meningkatkan penguasaan terhadap materi pelajaran maka perlu melakukan perbaikan pembelajaran melalui Penilaian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki pembelajaran. Maka dapat dikatakan pembelajaran yang berhasil akan ditunjukan oleh dikuasainya materi pelajaran oleh para siswa di sekolah.
Sebagai kondisi awal dapat disampaikan bahwa, dari seluruh siswa kelas V yang berjumlah 25 orang siswa hanya 13 yang mencapai penguasaan materi atau sebesar 52% sebelum diadakan penelitian, dan 12 orang siswa yang tidak berhasil atau 48% pada mata pelajaran Matematika. Sedangkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V yang jumlah siswanya 25 orang. Tingkat penguasaan materi yang berhasil sebelum penelitian dilaksanakan sebanyak 15 orang siswa atau 60% dan yang belum menguasai sebanyak 10 orang siswa atau 40%, tingkat ekonomi yang rendah dan tingkat kemampuan daya pikir siswa yang di bawah rata-rata melatar belakangi dan mempengaruhi hasil belajar siswa di dalam kelas.
Dalam beberapa kali melakukan perbaikan pembelajaran hanya 18 orang siswa dari 25 orang siswa kelas V yang mencapai tingkat penguasaan materi sebesar 72% ke atas. Hal tersebut terjadi pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia  selama pembelajaran berlangsung.
Pada saat pembelajaran berlangsung, jarang sekali siswa mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan terhadap pelajaran yang disajikan guru. Siswa hanya pasif mendengarkan pelajaran guru dikarenakan mereka tidak paham pada materi pelajaran sehingga tidak biasa memberikan tanggapan.
Berdasarkan hal tersebut, kemudian diidentifikasikan kekurangan proses pembelajaran yang dilaksanakan. Beberapa masalah dari hasil identifikasi dapat disampaikan sebagai berikut :
  1. Kurangnya keberanian siswa  untuk bertanya pada hal-hal yang belum dimengerti.
  2. Rendahnya penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran
  3. Kurangnya perhatian siswa ketika proses pembelajaran berlangsung
  4. Metode yang digunakan kurang bervariasi
  5. Kurangnya minat guru untuk menggunakan alat peraga yang telah tersedia.

Berdasarkan temuan yang didapatkan di dalam kelas, penyebab rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia adalah :
a.       Penjelasan guru terlalu abstrak
b.      Tidak menggunakan alat peraga
c.       Metode yang digunakan kurang menarik.

C. PERUMUSAN MASALAH
      Permasalahan dalam penelitian dalam tindakan  kelas ini adalah :
1.   Bagaimana meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran di MI DARUL ULUM di Jagapura Lor Kabupaten Cirebon?
2.   Bagaimana meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran melalui alat peraga di MI DARUL ULUM di Jagapura Lor Kabupaten Cirebon?
                 
D. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran dengan menggunakan alat peraga di kelas V MI DARUL ULUM di Jagapura Lor Kabupaten Cirebon.

E.   MANFAAT PENELITIAN

Penelitian mempunyai manfaat yang cukup besar bagi penulis dan siswa serta pembelajaran itu sendiri maupun bagi sekolah diantara manfaat tersebut           adalah :

1.   Peneliti

a)   Untuk memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya, karena sasaran akhir adalah perbaikan pembelajaran.

b)   Meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan proses pembelajaran.

c)   Mampu mendapatkan kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

2.   Siswa
a) Dengan adanya kemampuan guru untuk melakukan penelitian akan berdampak positif terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian adanya hubungan timbal balik antara pembelajaran dan perbaikan hasil belajar dari siswa.
b)   Siswa akan mendapat perhatian khusus dari guru sehingga sikap kritis dapat menjadi modal bagi siswa untuk selalu menyikapi kinerjanya dengan harapan siswa dapat berperan aktif dalam belajar.
c)   Dengan adanya penelitian, kesalahan dalam proses pembelajaran akan cepat dianalisa dan diperbaiki, sehingga hasil belajar siswa mampu diharapkan akan meningkat.       
3.   Sekolah
Sekolah yang para gurunya terampil melakukan penelitian tentu akan memetik manfaat, diantaranya sebagaimana yang diargumentasikan oleh Hergresver (dalam Hopkins, 1993) dimana sekolah yang berhasil mendorong terjadinya inovasi pada diri guru, maka telah berhasil pula sekolah tersebut dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk siswanya.
Selain itu juga sekolah yang para gurunya mampu membuat perubahan/perbaikan, maka sekolah tersebut mempunyai kesempatan yang besar untuk berkembang pesat. Berbagai perbaikan akan dapat diwujudkan seperti penanggulangan berbagai kesulitan mengajar yang dialami guru. Disamping itu pendekatan penelitian yang dilakukan di dalam kelas dapat dilaksanakan dalam pengolahan kegiatan sekolah.

F.   LANDASAN TEORI
Belajar menurut Gagne (1984) dalam winataputra, S. U (2003), adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Dari pengertian belajar tersebut, terdapat tiga atribut pokok (ciri utama) belajar  yaitu : proses perubahan dan pengalaman.
Menurut Bruner perilaku dan pengalaman merupakan proses kognitif dalam winataputra, S. U (2003), pada dasarnya belajar merupakan proses kognitif yang terjadi dalam belajar, yaitu
1.   Proses perolehan informasi baru
2.   Proses mentrnsformasikan informasi yang diterima
3.   Dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan.
Belajar yang sering juga diartikan sebagai penambahan, perluasan dan pendalaman pengetahuan, nilai dan sikap, serta keterampian secara Fontana, Gagne (9181) dalam Winataputra S. U (2007) mengartikan belajar adalah suatu proses perubahan yang relatif tetap dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman.
Fontana, Gagne (1985) dalam Winataputra, S. U (2007) yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan dan kemampuan yang bertahan lama dan bukan berasal dari proses pertumbuahan, leraning as change in human disposition or Capability that persist over a period of time is not simply ascribable to processes of growth (gagne, 1985: 2) Antara lain :
1.   Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan, seseorang dikatakan belajar bila pikiran dan perasaannya aktif.
2.   Pembelajaran adalah merupakan suatu system lingkungan belajar yang terdiri dari ansure, tujuan, bahan pelajaran, setrategi, alat, siswa dan guru.
Dalam proses pembelajaran Matematika, Burner (1992) dalam Muhsetyo, G (2007) menyatakan pentingnya tekanan pada kemampuan peserta didik dalam berpikir Intuitif dan Analitik akan mencerdaskan peserta didik membuat prediksi dan trampil dalam menemukan pola (Pattern) dan hubungan keterkaitan. Volume adalah suatu ungkapan yang menyatakan “besarnya” suatu bangun ruang.besarnya suatu bangun yang dijadikan patokan yang disebut satuan Volume (Volume Satuan).
Pada bangun ruang yang disebut, tentu kita sudah mengenal istilah panjang, lebar dan tinggi agar tidak terjadi keraguan. Dengan ketiga istilah tersebut, maka kita perlu mengetahui batasnya. Istilah panjang dan lebar dipakai sebagai ukuran-ukuran untuk sisi-sisi yang terdapat pada, sedangkan tinggi digunakan sebagai ukuran dari sisi yang tegak lurus, untuk memudahkan pemahaman digambar secara tegak dan alas dari merupakan bidang datar yang ada dibawah. Panjang menyatakan ukuran sisi pada alas yang lebih besar dari ukuran yang lain, dan ukuran sisi yang lain disebut lebar.
Pada hakekatnya bangun tidak ada, melainkan adanya dalam pikiran manusia yang  dituangkan ke dalam bentuk suatu gambar yang di aplikasikan pada proses pembelajaran. Setiap kali guru merencanakan pembelajaran sebelumnya harus mengidentifikasikan tujuan pembelajaran agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

G. KERANGKA BERPIKIR
Karakteristis perkembangan anak pada kelas tinggi,  antara lain ditandai oleh kematangan perkembangan fisik serta mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya, masa usia ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Oleh karena itu pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu di dorong sehingga akan berkembang secara optimal. Selain itu mereka telah dapat berkembang mengkoordinasikan tangannya dalam memegang benda, dan dapat menunjukan kelakuannya tentang jenis kelaminnya. Perkembangan emosinya telah dapat mengekpresikan terhadap orang lain. Untuk perkembangan kecerdasannya ditunjukan dengan melakukan seriasi, mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan, meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami sebab akibat dan berkembangnya terhadap ruang dan waktu.
Kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri  yaitu : Kongkrit, Integratif, Hirarkis. Kongkrit mengandung makna hal-hal yang dapat dilihat, diraba, didengar, dibaui, dan di otak-atik dengan titik penekanan pada lingkungan sebagai sumber belajar. Dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya, alami, nyata, lebih faktual, lebih bermakna dan kebenarannya bisa dipertanggung jawabkan, Integratif yaitu memandang sesuatu yang dipelajari sebagai sesuatu keutuhan, belum mampu memilah-milah konsep dan berbagai disiplin ilmu. Adapun Hirarkis mengandung makna cara perkembangan anak secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks.

H. ANGGAPAN DASAR

Penelitian ini dilaksanakan dengan berlandas tumpu pada asumsi (anggapan) dasar sebagai berikut :
1. Penggunaan alat peraga sangat bermakna bagi siswa kelas rendah yang menggunakan pembelajaran tematika. Sesuai dengan perkembangan psikologi siswa dan faktor  pendukung yang ada dilingkungannya.
2.   Penggunaan alat peraga ini dapat membantu siswa dalam merangkum materi pelajarannya, dan menambah pengetahuan yang kongkrit.


I.    HIPOTETIS PENELITIAN
Hipotetis penelitian ini berupa Hipotetis tindakan, berdasarkan hasil kajian teori dan asumsi dasar sebagaimana dikemukakan, makahipotetis tindakan penelitian ini adalah : serangkaian pembelajaran bersiklus yang berorientasi pada upaya meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran melalui penggunaan alat peraga di Kelas V MI DARUL ULUM di Jagapura Lor Kabupaten Cirebon.

J.   METODE PENELITIAN

a.   Tempat Dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian dilaksanakan di kelas V MI DARUL ULUM di Jagapura Lor Kabupaten Cirebon pada semester I Tahun Ajaran 2010/2011 yang dimulai tanggal 20 Juli 2010 sampai tanggal 30 September 2010.

b.   Karakteristik Siswa
Siswa kelas tiga berjumlah 25 orang yang terdiri dari 15 orang perempuan dan 10 orang laki-laki. Dengan tingkat kecerdasan yang bervariasi, 15 orang selalu berhasil dan 10 orang yang perlu mendapatkan bimbingan dalam belajarnya sebagian besar mereka bertempat tinggal  agak jauh dari sekolahnya.

1.   Model PTK
            Modal PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sendiri sebagai guru sehingga hasil belejar siswa lebih meningkat.

2.   Setting Penelitian
a.       Lokasi penelitian
b.      Subyek Penelitian


3.   Prosedur Penelitian
PTK ini dilaksanakan dalam bentuk siklus yang meliputi : rencana (planning), pelaksanaan (Action), observasi (Observation), dan refleksi (reflection)










Gambar I Alur Pelaksanaan Tindakan dalam PTK Model Kemmis dan MC. Taggart (Wiraatmaja, 2005 : 66)

a.   Teknik Observasi
Teknik observasi yaitu menjalani semua kegiatan dengan menggunakan alat peraga pada setiap mata pelajaran. Yang bertujuan untuk mengungkapkan atau mengetahui penguasaan siswa terhadap materi yang di bahas pada proses pembelajaran.
b.   Instrumen
Tes tertulis
c.   Tahap Refleksi
Data yang terkumpul dari hasil observasi disajaikan dalam bentuk matriks pada siklus I dan II. Dianalisis, dan di kaji ulang secara bersama-sama, terutama yang berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan yang terjadi pada proses pembelajaran.
Peneliti dan Observer menganalisis dan merefleksi pelaksanaan dan hasil tindakan siklus. Pada siklus II dilaksanakan sebagai kelanjutan dari siklus II, demikian seterusnya dalam setiap siklus.

4.   Teknik Pengmpulan Data
Dalam penelitian inin digunakan beberapa tehnik yaitu :
a.       Tehnik dalam pengelolaan data
b.      Tertulis
c.       Mengurutkan gambar
d.      Membuat tulisan pada gambar
5.   Tehnik Analisa Data
a.       Member chek, yaitu memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi data yang diperoleh selama observasi.
b.      Tehnik Trianggulasi yaitu merupakan tehnik validasi data yang ditenyukan oleh keahlian dan sumber data interprestasi data yang berasal dari berbagai hal yang terkait.
c.       Colding atau Labelling, adalah penetapan atau pengelompokkan jenis kinerja yang di observasi dan direfleksi pada setiap siklus tindakan. Meliputi kinerja merancang rencana dan instrumen pembelajaran, kinerja dalam mengimplementasikan model pembelajaran tematika, instrumen kinerja siswa.
6.   Kriteria Keberhasilan
Agar tindakan perbaikan dalam PTK ini tepat sasaran, maka peneliti bersama mitra (observer) dan kepala sekolah menetapkan kriteria keberhasilan sebagai berikut :
a.       Guru mengalami peningkatan, terampil melakukan untuk setiap aspek dari RPP.
b.      Guru mengalami peningkatan dalam menjelaskan materi dari yang abstrak menjadi lebih konkret, karena penggunaan alat peraga.
c.       Guru mengalami peningkatan dalam menggunakan metode pembelajaran
d.      Siswa mengalami peningkatan penguasaan terhadap materi pelajaran yang dapat dilihat hasilnya pada setiap siklus.

K. TIM PENELITI

1.   Pembimbing                                  :     Ahmad Faisal, S.E
2.   Peneliti Utama                              :
      Nama                                           :     Komarudin
      NIM                                            :     091641300
3.   Peneliti Mitra                                :
      Nama                                           :     Sahri, A.Ma.
      NIP                                              :    

L.   JADWAL PENELITIAN

Kegiatan
Waktu Pelaksanaan Bulan
I
II
III
IV
V
VI
Penyusunan Proposal
Ö





1.       Pelaksana Siklus I
  1. Tindakan 1
  2. Tindakan 2

Ö




2.       Pelaksana Siklus II
  1. Tindakan 1
  2. Tindakan 2


Ö



3.       Pelaksana Siklus III
a.       Tindakan 1
b.       Tindakan 2



Ö


Penyusunan draf hasil penelitian

Ö
Ö
Ö
Ö

Laporan hasil penelitian





Ö



M.  DAFTAR PUSTAKA


Karim, A. M. (2004). Pendidikan Matematika II.. Jakarta Universitas Terbuka. 2004

Munsetyo. G. (2007). Pembelajaran Matematika SD, Jakarta: Universitas Terbuka. 2007.

Wahyudin. D (2006). Pengantar Pendidikan. Jakarta : Universitas Terbuka. 2006

Wiranataputra, S U (2003). Strategi Mengajar. Hal  2.3.   Jakarta    Universitas Terbuka. 2003.

Wiranataputra, S U (2007). Teori Belajar dan Pembelajaran. Hal 1.8. Jakarta Universitas Terbuka. 2007

Wiranataputra, S U (2007). Teori Belajar dan Pembelajaran., Jakarta Universitas Terbuka. 2007

                       
     

                   
                   
       

UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN SISWA TERHADAP
MATERI PELAJARAN MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA
DI KELAS V MI DARUL ULUM KABUPATEN CIREBON



PROPOSAL


Diajukan Utuk Pnulisan Skripsi Sbagai Sbagian dari
Syarat memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Mata Kuliah : PTK
Dosen : Indra Prasetyo Wibowo, S.Pd








OLEH :

KOMARUDIN
NIM : 091641300




PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
2011

LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL



UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN SISWA TERHADAP MATERI PELAJARAN MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V Madrasah Ibtidaiyyah Jagapura Lor Kabupaten Cirebon)




OLEH :

KOMARUDIN
NIM : 091641300



Kepala Madrasah Ibtidaiyyah Jagapura Lor




AHMAD FAISAL, S.E
NIP. …………………………


Mengetahui :
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kedokanbunder






NIP. …………………………

No comments:

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Komentar!.