Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Komentar!.

Sunday, 4 April 2010

Makalah Rubella

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas nikmat dan karunia- Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul“ Rubella”. Dimana makalah ini kami susun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Mata kuliah Asuhan Kebidanan IV Program Studi D III Kebidanan STIKes Cirebon.

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada :
1. Nova Lusiana , SST
2. Semua rekan – rekan yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini belum mendekati kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun, sehingga menjadi bahan perbaikan dan kesempurnaan dalam penulisan selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya serta bagi para pembaca pada umumnya.





Cirebon , 21 Oktober 2008


Penyusun,







DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI…………………………………………………………….
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………..
1.1 Latar Belakang……………………………………………….
1.2 Tujuan Penulisan…………………………………………….
1.3 Metode Penulisan……………………………………………
1.4 Sistematika Penulisan………………………………………..

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan Teori……………………………………………….
2.1.1 Pengertian Rubella………………………………….
2.1.2 Etiologi…………………………………………… ..
2.1.3 Diagnosa …………………………………………….
2.1.4 Gejala ……………………………………………….
2.1.5 Pemeriksaan Rubella………………………………...
2.1.6 Pencegahan ………………………………………….
2.2 Tinjauan Kasus………………………………………………
2.2.1 Data Subjektif ……………………………………….
2.2.2 Data Objektif ……………………………………… .
2.2.3 Planing ………………………………………………
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan…………………………………………………
3.1 Saran ……………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Rubella yang sering dikenal dengan istilah campak Jerman atau campak 3 hari adalah sebuah infeksi yang menyerang terutama kulit dan kelenjar getah bening. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella ( virus yang berbeda dari virus yang menyebabkan campak), yang biasanya ditularkan melalui cairan yang keluar dari hidung atau tenggorokan. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui aliran darah seorang wanita yang sedang hamil kepada janin yang dikandungnya. Karena penyakit ini tergolong penyakit ringan pada anak – anak, bahaya medis yang utama dari penyakit ini adalah infeksi pada wanita hamil, yang dapat menyebabkan sindrom cacat bawaan pada janin tersebut. Sebelum vaksin melawan rubella tersedia pada tahun 1969, epidemi rubella terjadi, 6 – 9 tahun. Anak- anak dengan usia 5 - 9 menjadi korban utama dan muncul banayak kasus rubella bawaan. Sekarang, dengan adanya program imunisasi pada anak - anak dan remaja usia dini, hanya muncul sedikit kasus rubella bawaan.
Infeksi rubella berbahaya bila terjadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50% sedangkan jika infeksi terjadi trimester pertama maka resikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologist, 1981).

1.2 Tujuan Penulisan
1.2.1 Tujuan Umum
Penyusunan makalah ini memiliki tujuan umum yaitu untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Asuhan Kebidaan IV.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mengetahui pengertian tentang rubella
2. Mengetahui tentang dampak – dampak infeksi rubella pada ibu hamil dam janinnya.
3. Mengetahui jenis dan gejala rubella
4. Mengetahui tenyang gambaran klinis

1.3 Metode Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakian metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan beberapa referensi diantara buku – buku dan materi hasil pembelajaran yang berhubungan dengan judul makalah serta informasi yang kami dapat dari internet.

1.4 Sistematika Penulisan
Penyusunan makalah ini disusun secara sistematika terdiri dari :
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN, meliputi :
1.1 Latar belakang
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Metode penulisan
1.4 Sistematika penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan Teori
2.2 Tinjaun Kasus
BAB III PENUTUP, meliputi :
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA











BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tinjauan Teori
2.1.1 Pengertian Rubella
Rubella atau dikenal dengan nama campak Jerman atau Measles adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella atau virus campak. Virus ini biasanya menginfeksi tubuh melalui pernafasan seperti hidung dan tenggorokan. Anak- anak biasanya sembuh lebih cepat dibanding orang dewasa. Virus ini menular lewat udara. Rubella juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, maka disarankan untuk melakukan tes rubella sebelum hamil. Bayi yang terkena virus rubella selama didalam kandungan beresiko cacat. Angka kejadian campak Indonesia sejak tahun 1990 sampai 2002 masih tinggi ± 3.000 – 4.000 per tahun. Umur terbanyak menderita campak adalah <12 bulan, diikuti kelompok umur 1 – 4 dan 5 – 14 tahun. Akibat yang paling penting diingat adalah keguguran, lahir mati, dan kelainan pada janin, yang terjadi jika infeksi rubella ini muncul pada awal kehamilan, khususnya pada trimester pertama. Infeksi rubella yang terjadi pada usia kehamilan >12 minggu jarang menyebebkan kelainan.
Menurut ahli kebidanan dan penyakit kandunagn dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya Sp.OG janin. “ bisa berakibat bayi cacat saat dilahirkan,” jelasnya. Janin yang sudah tertular virus yang dikenal dengan sebutan campak Jerman ini akan mengalami gangguan pada proses pembentukan organ tubuh. Sekitar 90% bayi lahir tidak sempurna. Virus rubella bahkan dapat mengakibatkan ibu hamil keguguran.
“jika virus tersebut menyerang ibu dengan kehamilan di bawah 12 minggu, terutama 8 minggu pertama, tingkat keparahan bawaan lebih tinggi dibandingkan virus rubella masuk pada usia kehamilam lebih lanjut,” paparnya.
Virus rubella biasanya masuk lewat darah ibu hamil. Virus otomatis melewati plasenta, bahkan dapat langsung mengenai janin yang sedang tumbuh atau mulai membentuk organ vital, termasuk pembentukan susunan syaraf pusat atau otak. Atau yang berencana hamil, mendapatkan vaksin untuk campak Jerman ini. Seoramg ibu hamil yang terkena penyakit ini saat hamil, janinya bisa meninggal didalam kandungan atau lahir cacat. Kawan dekatku mengalami ini. Kerusakan janin karena penyakit ini bisa congenital pada jantung, telinga (tuli) dan syaraf ( bisa menyebabkan anak terbelakang mentalnya).

2.1.2 Etiologi
Rubella merupakan mikroba yang jenis sifatnya menetap didalam susunan saraf pusat seseorang yang terinfeksi. Ketika menetap, rubella bisa menjadi aktif ( manifes), sehingga menimbulkan gejala demam rinagn, sedikit batuk atau pilek, serta merah – merah pada kulkit penderitanya selama 3 hari. Karena ringan gejala ini sering kurang diperhatikan oleh si penderita.
Setelah virus tersebut seolah - olah tidur di dalam tubuh penderitanya. Namun, sewaktu – waktu virus tersebut bisa berkembang dan memunculkan gejala berat. Semua ini tergantung dari kekebakan tubuh orang yang mengidapnya. Jika dibiarkan aktif, virus ini dapat mengganggu perkembangan saraf motorik dan sensorik koordinasi keseimbangan seseorang.
a. Masa inkubasi
Periode inkubasi rubella adalah 14 – 23 hari, dengan rata – rata inkubasi adalah 16 – 18 hari.
Masa inkubasi campak Measles adalah 9 – 11 hari antara hari pertama tertular penyakitnya dan munculnya gejala pertama yaitu gatal –gatal. Penyakit ini biasanya biasanya dialami antara 10 – 14 hari dari gatal pertama sampai gatal –gatal hilang. 90% orang yang belum imunisasi campak dapat terkena penyakit ini dengan mudahnya, karena tingkat penularannya sangat tinggi. Penyebaran virus ini dalam bentuk cairan yang bersal dari mulut dan hidung melalui udara.
b. Jangka waktu
Ruam rubella biasanya berlangsung selama 3 hari. Pembengkakan kelenjar akan berlangsung selama satu minggu atau lebih dan sakit persendian akna berlangsung selama dua minggu.
2.1.3 Diagnosa
Tanda – tanda dan gejala rubella dimulai dengan adanya deman ringan selama 1 atau 2 hari (99-1000 F atau 37,2 – 37,80 C) dan kelenjar getah bening yang membengkak dan perih, biasanya dibagian belakang leher atau di belakang telinga. Pada hari ke 2 atau ke 3, bintik – bintik ( ruam) muncul di wajah dan menjalar ke arah bawah. Di saat bintik ini menjalar ke bawah, wajahg kembali bersih dan bintik – bintik.
Ruam ruibella dapat terlihat sebagai titik merah atau merah muda, yang dapat berbaur menyatu menjadi sehingga terbentuk tambalan berwarna yang merata. Bintik ini dapat terasa gatal dan terjadi hingga tiga hari. Dengan berlalunya bintik –bintik ini kulit yang terkena kadangkala mengelupas halus. Ketika rubrlla terjadi pada wanita hamil, dapat terjadi sindrom rubella bawaan yang potensial menimbulkan kerusakan pada janin yang sedang tumbuh. Anak yang terkena rubella sebelum dilahirkan beresiko tinggi mengalami keterlambatan pertumbuhan, keterlambatan mental, kesalahan bentuk jantung dan mata, tuli, problematika hati dan sumsm tulang.

2.1.4 Gejala
- Gejala klinis terjadi setelah masa tunas 10 –12 hari, terdiri dari tiga stadium. Stadium prodromal, berlangsung 2 – 4 hari, ditandai dengan demam yang diikuti batuk pilek susah menelan,stomstitis konjungtivis.
- Stadium erupsi, ditandai dengan timbulnya ruam selama 5 –6 hari. Timbulnya ruam dimulai dari batas rambut dibelakang telinga, kemudian menyebar ke wajah, leher, dan akhirnya ke ektrimitas.
- Stadium konvalesens, setelah 3 hari ruam berangsur – angsur menghilang sesuai urutan timbulnya. Ruam kulit menjadi kehitaman dan mengelupas yang akan menghilang setelah 1 – 2 minggu.


Gejala lain yang ditimbulkan :
§ Pembengkakan pada kelenjar getah bening
§ Demam diatas 380 C
§ Maat terasa nyeri
§ Muncul bintik – bintik merah diseluruh tubuh
§ Kulit kering
§ Sakit pada persendian
§ Sakit kepala
§ Hilang nafsu makan

2.1.5 Pemeriksaan Rubella
Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan anti rubella dan Ig M.
Pemeriksaan anti rubella IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan <18 minggu dan resiko infeksi rubella bawaan. Jika pada screning tersebut dalam darahnya ditemukan IgM denagn kadar cukup besar, berati tidak perlu dilakukan vaksinasi karena telah memiliki antibody yang cukup bagus. Sebaliknya jika IgM ditemukan dengan kadar rendah, perlu dilakukan imunisai rubella. 2.1.6 Pencegahan Imunisasi campak termasuk dalam program imunisasi nasional yang diberikan pada umur 9 bulan, merupakan campak 1, campak 2 diberikan pada SD kelas 1, umur 6 tahun. Namun apabila mendapat MMR pada umur 15 bulan, campak ke 2 tidak perlu diberikan. Adapun imunisasi yang dianjurakan yaitu MMR. Apabila sampai umur 12 bulan belum mendapat imunisasi campak, MMR dapat diberikan pada umur 12 bulan. Wanita usia subur bisa menjalani pemeriksaan serologis untuk rubella secara luas sangat penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, yang pada akhirnya dapat mencegah penyakit bawaan lahir akibat syndrom rubella bawaan. Vaksin ini biasanya diberikan kepada anak – anak yang berisia 12 – 15 bulan dan menjadi bagian dari imunisasi MMR yang telah terjadwal. Dosis kedua MMR biasanya diberikan pada usia 4 – 6tahun, dan tidak boleh lebih dari 11-12 tahun.sebagaimana dengan imunisasi lainnya, selalu ada pengecualian tertentu dan kasus – kasus khusus. Dokteranaka akan memiliki informasi yang tepat. Vaksin rubella tidak boleh diberikan kepada wanita hamil atau wanita yang akan hamil dalam jangka waktu satu bulan sesudah pemberian vaksin. Pencegahan penularan virus rubella dapat dilakukan dengan menigkatkan antibody. 2.2 Tinjauan Kasus 2.2.1 Data Subjektif § Timbulnya ruam ( bintil – bintil merah ) dari wajah keseluruh tubuh § Pasien merasa demam § Sakit menelan § Sering mengantuk § Hidung yang sesak dan basah § Nafsu makan berkurang 2.2.2 Data Objektif § Suhu 37,3 – 37,8 0 C § Luka pada tenggorokan § Pembengkakan pada kelenjar thyroid § Pemeriksaan laboratorium titer antibody dibawah 1: 10 Untuk pemeriksaan serologi (IgM dan IgG) dari spesimen darah) § Conjungtivitis rinan (penbengkakan pada kelopak mata dan bola mata) 2.2.3 Planning 1. Pemeriksaan laboratorium titer antibody rubella 2. Memberikan air minum ( dianjurkan untuk banyak minum ), juice buah dan istirahat yang cukup 3. gunakan paporizer untuk melancarkan batuk dan saluran pernapasan 4. penderota tidak di perbolehkan menonton TV karena mata mereka sensitive terhadap cahaya. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Rubella yang sering dikenal dengan istilah campak Jerman atau campak 3 hari adalah sebuah infeksi yang menyerang terutama kulit dan kelenjar getah bening. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella ( virus yang berbeda dari virus yang menyebabkan campak), yang biasanya ditularkan melalui cairan yang keluar dari hidung atau tenggorokan. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui aliran darah seorang wanita yang sedang hamil kepada janin yang dikandungnya Akibat yang paling penting diingat adalah keguguran, lahir mati, dan kelainan pada janin, yang terjadi jika infeksi rubella ini muncul pada awal kehamilan, khususnya pada trimester pertama. Infeksi rubella yang terjadi pada usia kehamilan >12 minggu jarang menyebebkan kelainan. “jika virus tersebut menyerang ibu dengan kehamilan di bawah 12 minggu, terutama 8 minggu pertama, tingkat keparahan bawaan lebih tinggi dibandingkan virus rubella masuk pada usia kehamilam lebih lanjut,”

3.2 Saran
1. Menjaga sanitasi atau kebersihan lingkungan sekitarnya
2. Menyarankan agar mengonsumsi makan makanan yang bergizi dan bernutrisi
3. Menyarankan untuk banyak istirahat
4. Penderita tidak diperbolehkan menonton TV mata mereka sensitive terhadap cahaya.
5. Menagnjurkan untuk pola hidup sehat dengan olahraga yang bertujuan untuk tetap dapat menjaga antibody.






Conain, Santoso. Coordinator Riset dan pengembangan makmal terpadu, fakultas Universitas Indonesia.

Ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Dari Wikipedia Indonesia 2008.

Indonesia pater aventis. Copy right.2002.

Prawirohardjo, Sarwono.2005. Ilmu Kebadanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

www.Balita-anda.com

No comments:

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Komentar!.