Minggu, 04 April 2010

MAKALAH PENGARUH RAGAM BAHASA DAERAH KHUSUSNYA DAERAH JAKARTA TERHADAP BERBAHASA INDONESIA

KATA PENGANTAR


Asalamu’alaikum Wr. Wb

Piji syukur penulis panjatkan kehadirat illahi robbi, karea berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat meneyelesaikan makalah ini yang merupakan salah satu tugas akhir sekolah pelajaran bahasa Indonesia di sekolah menegah atas Negeri I (satu) Krangkeng program Bahasa. Makalah ini berjudul “PENGARUH RAGAM BAHASA DAERAH KHUSUSNYA DAERAH JAKARTA TERHADAP BERBAHASA INDONESIA”.

Tersusunnya makalah ini tidak terlepas bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua penulis yang selalu mendo’akan penulis, serta kepada dewan guru yang telah membina kami, juga teman-teman dan pihak terkait yang sudah mendukung terbentuknya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan dan menerima kritik beserta saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat berguna dikemudian hari, dan akhirnya segala sesuatu kehendak mari kita serahkan kehadirat-Nya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Indramayu, 12 Maret 2010

Penulis

DAFTAR ISI




Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Maksud dan Tujuan 2
1.4 Metode Penelitian 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Uraian Judul 3
2.1.1 Pengertian Ragam Bahasa Daerah 3
2.1.2 Pengertian Berbahasa Indonesia 3
2.2 Pengaruh Ragam Bahasa Daerah khususnya Daerah
Jakarta terhadap berbahasa Indonesia 3
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 5
3.2 Saran 5
Daftar Pustaka


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Negera Indonesia merupakan negara yanga memiliki kekayaan pulau, beragamnya suku/ras, beragamnya kebudayaan, juga beragamnya bahasa di setiap daerah. Menyikapi hal itu, negara Indnesia memiliki pemersatu sebagai aktifitas dari integrasi Nasional misalnya dalam berkomunikasi, bangsa Indonesia memiliki bahasa Nasional yaitu bahasa Indonesia guna memudahkan berkomunikasi antar daerah. Pasalnya, disetiap daerah memiliki bahasa tertentu yang berbeda.
Dalam hal ini, berbahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional akan mengalami perubahan bentuk, baik ucapan maupun tulisan dimana bahasa Nasional tersebut digunakan. Peristiwa ini disebut idiolek.
Oleh karena itu, penulis bermaksud untuk membahas membuat karya tulis seputar perubahan bentuk bahasa Indonesia yang akan dituangkan kedalam makalah dengan judul “PENGARUH RAGAM BAHASA DAERAH KHUSUSNYA DAERAH JAKARTA TERHADAP BAHASA INDONESIA”.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Sejauh mana perkembangan bahasa daerah khususnya daerah Jakarta terhadap berbahasa Indonesia.
2. Bagaimana pengaruh ragam bahasa Daerah khususnya daerah Jakarta terhadap berbahasa Indonesia.
3. Apa dampak positif dan negatif ragam bahasa Daerah terhadap berbahasa Indonesia.


1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data yang diperlukanguna menjawab pertanyaan yang sudah di rumuskan pada rumusan masalah.

1.4 Metode Penelitian
Dalam upaya untuk memperoleh data serta keterangan yang diperlukan, digunakan sebagai metode pengumpulan data.
Hal ini dimaksudkan agar diketahui cara-cara atau teknik yang dilakukan, adapun teknik yang ditempuh adalah “Library Research”.


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Uraian Judul
2.1.1 Pengertian Ragam Bahasa Daerah
Ragam bahasa adalah bermacam-macamnya dari sistem tanda bunyi yang digunakan manusia dalam berkomunikasi di suatu daerah dengan daerah lain.
2.1.2 Pengertian Berbahasa Indonesia
Berbahasa Indonesia adalah suatu kegiatan menggunakan bahasa Indonesia baik berbicara, menulis. dan lain-lain.

2.2 Pengaruh Ragam Bahasa Daerah khususnya Daerah Jakarta terhadap berbahasa Indonesia.
Pengaruh Bahasa Daerah terhadap berbahasa Indonesia kini telah berkembang luas bukan hanya di dalam daerah saja, melainkan luar daerah. Perkembangan ini didasari dengan perkembangannya teknologi informasi.
Contohnya televisi. handphone, internet, dan lain-lain, yang dapat mengsugesti seseorang untuk melakukan imitasi dalam bidang penggunaan bahasa. Hal ini mengakibatkan pengaruh terhadap bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia baik dalam bentuk penngucapan maupun tulisan. Peristiwa ini disebut idiolek.
Dalam hal ini pelapor bahasa daerah yang mempengaruhi bahasa Nasional atau bahasa Indonesia adalah bahasa daerah Jakarta. Pasalnya perkembangan bahasa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan idiolek Jakarta, katrena keduanya berasal dari bahasa melayu, dan berkembang di tempat yang sama, yaitu daerah/kota Jakarta, tempat yang sejak lima abad lalu telah menjadi pusat di bumi nusantara kita. Meskipun berasal dari bahasa yang sama, tetapi ada perbedaanya, idiolek Jakarta merupakan idiolek regional melayu milik etnis Betawi yang bersifat bahasa lisan, sedangkan bahasa Indonesia berasal dari ragam bahasa Melayu Pustaka, yang telah diajarkan di sekolah-sekolah dan talah memiliki tradisi tulis seperti dalam buku-buku yang diterbitkan oleh Balai Pustaka.
Perbedaan asal kemelayuan ini menyebabkan terjadinya perbedaan status dan fungsi antara ideolek Jakarta dan bahasa Indonesia. Jika bahasa Indonesia bersetatus sebagai ragam formal yang digunakan dalam situasi resmi maka ideolek Jakarta selain sebagai alat interaksi etnis Betawi, juga berfungsi sebagai alat interaksi internal masyarakat Indonesia di Jakarta dan kini mulai merambah keluar Jakarta.
Kedua bahasa ini (Idiolek Jakarta dan Bahasa Indonesia) sama-sama menerima pengaruh dari berbagai bahasa etnis lain yang ada di Jakarta, seperti Cina, Belanda, Arab, Sunda, dan sebagainya. karena berkembang didaeah yang sama. Oleh karena itu, tidak heran jika dalam idiolek Jakarta maupun bahasa Indonesia terdapat kata-kata dari berbagai bahasa itu, seperti kata girik, setir, nyentik, solat, iman, dan dongkrak.
Disamping itu dalam sejarah perkembangannya telah terjadi pula saling mempengaruhi antara idiolek Jakarta dan bahasa Indonesia.
Terkadang setiap suatu peristiwa pasti terdapat sisi positif dan negatif. Dalam hal ini, sisi positifnya adalah discoverysasi terhadap sebuah bahasa dan menjadikannya invention dalam keseharian. Sisi negatifnya adalah pengaruh bahasa Indonesia disetiap penggunaan bahasa Indonesia di dalam keadaan atau situasi formal.

BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dikemukakan maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Perkembangan bahasa daerah khususnya daerah jakarta ii berkembang luas keluar daerah Jakarta.
2. Perkembangan bahasa daerah khususnya daerah Jakarta mempengaruhi bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia dalam bentuk pengucapan maupun tulisan.
3. Dampak positif dan negatif ragam bahasa daerah yaitu terciptanya discoverysasi terhadap sebuah bahasa, dan terpengaruhnya bahasa Indonesia di setiap penggunaan bahasa Indonesia di dalam keadaan atau situasi formal.

3.2 Saran
Dalam hasil pembahasan dan kesimpulan di atas, penulis mencoba mengajukan saran sebagai berikut :
1. Belajarlah sebuah bahasa dengan baik, sehingga akan memiliki pengetahuan tentang berbahasa dan kebahasaan.
2. Gunakan bahasa dengan baik dan benar bila akan berkomunikasi
3. Gunakanlah bahasa yang berhubungan dengan moment atau keadaan yang berlangsung

Tidak ada komentar: