Senin, 05 April 2010

Makalah Media dan Sumber Belajar IPS

KATA PENGANTAR


Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah SWT. Yang telah menciptakan alam semesta yang begitu indah ini, sholawat beriring salam semoga di curah limpahkan atas junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Segenap keluarga dan para sahabatnya serta orang yang mengikuti jejaknya sampai akhir zaman.



Atas berkat rahmat serta Inayah Allah SWT. Kami telah dapat menyelesaikan penyusunan makalah sebagai tugas akhir bahasa Indonesia dengan Guru Pembimbing MUSTIKA, S.Pd. dengan mengambil judul “MEDIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR”

Dalam makalah ini penulis menyadari bahwa kekurangan terjadi disana sini, untuk itu tegur sapa maupun kritik, saran yang tak terhingga kepada Guru pembimbing, yang telah memberikan bantuan baik materi maupun motifasi yang sangat berharga bagi kami.

Hanya kepada Allah SWT. Kami mohon ampun dan rahmatnya. Semoga kehadiran makala ini mendatangkan manfaat bagi kita semua.amin ya robbal ‘alamin


Jagapura, Mei 2007

Penyusun





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar belakang Masalah 1
B. Perumusan & Pembatasan Masalah 2
C. Tujuan Penulisan 2
D. Metode Pembahasan 3
E. Sistematika Pembahasan 3
BAB II MEDIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR 4
A. Pengertian 4
B. Jenis-Jenis dan kriteria memilih Media 5
C. Kerangka Situasi penggunaan Media 6
D. Problematika yang Timbul dalam media pembelajaran 7
BAB III PENUTUP 8
BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG MASALAH
Peningkatan mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh bebrap faktor salah satunya adalah media dan sumber bclajar yaitu harus adanya buku pelajaran. Karena itu ketersediaan buku pelajaran mutlak dibutuhkan, pcmerintah melalui KepMen 053/U/2001 tentang standar pelayanan minimal penyelenggaraan persekolahan bidang dasar dan menengah mewajibkan sekolah memiliki buku pelajaran pokok dan ditunjang olch buku pelajaran pelengkap, buku bacaan, serta buku refcrensi seperti kamus dan buku-buku lainnya.
Tidak cuma itu, pada tingkat SD dan SMP sekolah harus menyediakan sekurang-kurungnya satu buku persiswa untuk setiap pelajaran pokok. dengan kata lain, pemerintah berkewajiban menyediakan buku pelajran untuk setiap peserta. Tapi bagai mana praktek dilapangan?
Adanya media dan sumber pelajaran yang memadai juga sangat dibutuhkan sekali oleh setiap satuan pendidikan baik formal maupun non formal. Dengan adanya hal tersebut maka pencetakan generasi-generasi mendatang diharapkan mampu dalam scgala macam bidang ilmu baik IPTEK maupun ilmu sosial lainnya. Namun sangat disayangkan apabila melihat fenomena yang ada masih banyak sekali bentuk-bentuk penyelewengan yang dilakukan oleh pihak percetakan maupun aparat pemerintah.
Dimasa lalu, korupsi perbukuan dilakukan tcrpusat, sangat rapi dan hanya melibatkan penerbit dengan eksekutif'. Namun di era otonomi sekarang ini, korupsi pengadaan buku pelajaran merata dengan tambahan pcmain baru yaitu DPR yang berfungsi mamberi legalitas kebijakan perbukuan yang korup. Maka dari itu, kami atas nama penulis sangat tertarik sekali untuk membahas masalah-masalah tersebut diatas yang sudah penulis utarakan. Karena melihat pcntingnya media sebagai alat penmbelajaran dan adanya sumber bclajar (buku) sebagai standar pendidikan nasional, untuk pencapaian hasil pendidikan yang efesien dan maksimal.


B. PERUMUSAN DAN PEMBATASAN MASALAH
Kami atas nama penulis tidak mungkin bisa membahas secara mcndctail tentang media dan sumber belajar IPS di semua tingkai sekolahan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Namun hanya membahas tcntang penycdiaan media dan surnber belajai terutama buku-buku matcri pelajaran dan buku-buku lainnya disekitar pcndidikan SD dan sedikit pengembangan pemikiran yang kami tuangkan untuk sekolah pendidikan Tingkat pertam dan seterusnya. Sclain data dan bahan panduan yang kurang memadai juga kemampuan penulis yang sangat terbatas.
Adapun materi yang akan kami bahas diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Media dan sumber belajar
a. Pengertian
b. Jenis dan kriteria memilih media
c. Situasi penggunaan media
d. Problematik yang timbul dalam media pembelajaran
2. Pentingnya media sebngai sumber pembclajaran
a. Di pendidikan SD (Sekolah Dasar)
b. Di luar lingkungan sekolnh (Lingkungan alam)
c. Di lingkungan keluarga
d. Di tempat-tempat umum
3. Pengadaan buku pelajaran urnum
a. Melalui percetakan
b. Adanya perpus di Sekolah
c. Adanya toko-toko buku
d. Adanya gramedia pcrnbclajaran
e. Menciptakan suasana sekolah yang indah dan nyaman

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui problematik tentang pengadaan media dan sumber pembelajaran terutama di SD dan sedikit sekolah-sekolah tinggi lainnya agar proses belajar mengajar terutama pendidikan ilmu sosial bisa berjalan sesuai dengan standar kopetensi.
2. Memberi soslusi yang terbaik agar proses belajar mengajar tidak tcrganggu.
3. Menggunakan media sebagai alat bantu yang dominan untuk lebih meningkatkan kreatifitas anak (siswa) dan guru (pengajar).

D. METODE PEMBAHASAN
Dalam pembuatan makalah ini, penulis hanya menggunakan pembahasan yang bersumber dari beberapa buku dan majalah-majalah yang ada sangkutpautnya dengan sumber pembelajar IPS di SD dan juga keterangan-keterangan dari berbagai guru dalam pendidikan Sekolah Dasar dan sekolah umum lanjutan perguruan tinggi.

E. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
BAB I Pendahuluan
BAB II Media Sebagai Sumber Belajar
BAB III Penutup


BAB II
MEDIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR


A. PENGERTIAN
Media adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perhatian dan minat siswa yang menjurus kearah terjadinya proses belajar. Yang dimaksu dengan makna dan manfaat di sini adalah media mempunyai arti tersendiri bagi guru yang menggunakannya sehingga dapat membantu peserta didik memproses peran-pesan pendidikan atau bahan-bahan pembelajaran yang disampaikan berarti media membantu mempertinggi proses belajar yang pada gilirannya mempertinggi hasil yang sangat diharapkan.
Ada beberapa alasan, mengapa media dapat mempertinggi proses belajar? Diantaranya berkenaan dengan makna dan manfaat media dalam proses belajar siswa, antara lain sebagai berikut :
1. Makin memperjelas bahan pengajaran yang disampaikan guru.
2. Memberi pengalaman nyata pada peserta didik.
3. Merangsang peserta didik berdialog dengan dirinya.
4. Merangsang cara berfikir siswa.
Pemilihan media yang tepat akan lebih mempercepat daya cerna mereka terhadap materi yang disajikan. Ketahuilah, bahwa aspek-aspek kejiwaan seperti pengamatan tanggapan, daya ingatan, emosi, fantasi, intelegensi, dan sebagainya dapat digugah atau dibangunkan oleh pemilihan media dan penggunaan media yang tepat.
Berkenaan dengan cara berfikir siswa, cara berfikir manusia mengikuti perkembangan dimulai dari berfikir kongkrit menuju berikir abstrak, dari berfikir sederhana menuju ke berfikir kompleks. Dalam hal ini, pengguna media pembelajaran erat kaitannya dengan tahap berfikir tersebut sebab melalui media hal-hal yang abstrak dapat dikongkritkan, dan hal-hal yang kongkrit dapat disederhanakan. Contohnya, penggunaan peta atau gelobe dalam mata pelajaran geografi.
Penelitian yang dilakukan terhadap penggunaan media dalam proses belajar mengajar sampai kepada kesimpulan proses dan hasil belajar para siswa menunjukkan perbedaan yang berurutan, antara pembelajaran antara media. Oleh karena itu, penggunaan media dalam pembelajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pendidikan.

B. JENIS-JENIS DAN KRITERIA MEMILIH MEDIA
Adapun beberapa jenis media pembelajaran yang biasa yang digunakan dalam proses belajar mengajar, diantaranya sebagai berikut :
1. Media grafis, disebut juga media dua dimensi, yakni media yang mempunyai panjang dan lebar, seperti gambar, photo, grafik, poster, bagan kartun dan lain-lainnya.
2. Media tiga dimensi, yaitu dalam bentuk model seperti model padat (solid model), model penampang, model susun, dan lain-lain.
3. Media proyeksi, seperti slide, film, film strip, penggunaan OHP dan lain-lain.
4. Lingkungan, seperti halaman sekolah, kebun sekolah, pasar, bukit, hutan, sungai, toko dan lain-lain.
Penggunaan media diatas dapat dilihat atau dinilai dari segi kecanggihan medianya, tetapi yang lebih penting adalah fungsi dan peranannya dalam membantu mempertinggi proses pembelajran. Oleh sebab itu, penggunaan media pelajaran sangat bergantung pada hal-hal berikut.
1. Ketepatannya dengan tujuan pembelajaran
Artinya, media dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Adapun tujuan instruksional berisikan unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis yang lebih memungkinkan digunakannya media.
2. Dukungan terhadap pembelajaran
Artinya, bahan pembelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep, dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.
3. Kemudahan memperoleh media
Artinya, media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya dapat dibuat guru tanpa biaya yang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunaannya.

4. Keterampilan dalam menggunakannya
Adapun jenis media yang diperlukan, syarat utama adalah terampil atau dapat menggunakannya dalam proses bembelajaran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaan oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungan.
5. Tersedianya waktu untuk penggunaannya
Artinya, media yang dipergunakan hendaknya dapat bermanfaat bagi siswa selama pembelajaran berlangsung.
6. Sesuai dengan taraf berfikir siswa
Memilih media hendaknya disesuaikan dengan taraf berfikir siswa, agar makna dan kesan-kesan pendidikan yang dikandungnya sampai kepada mereka dan dipahaminya.

C. KERANGKA SITUASI PENGGUNAAN MEDIA
Dalam hubungannya dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang tengah berlangsung, penggunaan media oleh guru setidak-tidaknya pada situasi sebagai berikut :
1. Perhatian siswa sudah mulai berkurang.
2. Bahan pembelajaran kurang dipahami.
3. Terbatasnya sumber pembelajaran.
4. Menurunnya gairah menjelaskan bahan pembelajaran.
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa peranan media dalam proses pembelajaran dapat ditempatkan sebagai berikut:
1. Alat untuk memperjelas bahan pembelajaran pada saat guru menyampaikan pelajaran. Dalam hal ini, media digunakan guru sebagai variasi penjelasan verbal mengenai bahan pembelajaran.
2. Alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya. Paling tidak guru dapat menempatkan media sebagai sumber pernyataan atau stimulasi belajar siswa.
3. Sumber belajar bagi siswa. Artinya media tersebut adalah bahan-bahan yang harus dipelajari oleh siswa baik individual maupun kelompok. Dengan demikian akan banyak membantu tugas guru dalam kegiatan mengajarnya.
D. PROBLEMATIK DALAM MEDIA PEMBELAJARAN
Problematik dalam media pembelajaran ini antara lain sebagai berikut :
1. Munculnya buku-buku ilegal.
2. Kurang terpenuhinya buku pelajaran IPS ataupun ilmu-ilmu lain yang berkualitas.
3. Terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pihak pemerintah pusat maupun daerah dan juga pihak percetakan buku-buku pelajaran dan buku lainnya.
4. Ributnya pengadaan buku sebagai media sumber pembelajaran dan lain-lain.
Melihat dari data-data diatas dapat kita simpulkan bahwa maraknya kasus-kasus korupsi dilapangan tentang media dan sumber pembelajaran terutama masalah pengadaan buku pelajaran sebagai alat untuk menambah dan mengetahui kemampuan siswa dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah. Menurut Indonesian Coruption Whatch (ICW) dalam survenya menemukan adanya penyelewengan pengadaan buku dibeberapa daerah. Diantaranya semarang, batam, sleman dan garut.
Pola korupsi dalam pengadaan buku didaerah ini biasanya diawali dengan korupsi kebijakan. Kepala Daerah dengan dukungan DPRD membuat aturan untuk melegalkan proyek. Aturan yang korup tersebut, tentu saja akan menghasilkan pelaksanaan proyek yang korup pula. Penyelewengan pengadaan buku pelajaran ini biasanya berkaitan dengan tata niaga atau isi buku. Meski DEPDIKNAS telah menentukan standar isi setiap buku pelajaran namun dalam prakteknya ketentuan ini diabaikan. Sejumlah daerah tidak menjadikan standar isi buku ini sebagai rujukan.

BAB III
PENUTUP


Dari uraian diatas apabila ada kekeliruan atau kesalahan baik dalam penulisan kata (kalimat) ataupun yang lainnya, itu semata-mata kekurangan dan kelemahan kami. Dan apabila ada kebenaran itu adalah sesuatu yang datang dari Allah SWT. Akhirnya hanya kepada-Nyalah kami kembali dan mohon perlindungan. Kami atas nama penulis siap menerima kritikan dan saran serta meralat kata (kalimat) yang harus diperbaiki dan disesuaikan.
Pada akhirnya kami sebagai penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, mudah-mudahan apa yang kami tulis bisa diterima dan digunakan sebagai mana mestinya serta dijadikan sebagai bahan acuan pemikiran bagi kita bersama.

1 komentar:

Newbiexpose mengatakan...

Nice post gan... ijin sedot buat neyelesaikan tugas. terima kasih