Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Komentar!.

Wednesday, 14 March 2012

MAKALAH MATERI DAN PEMBELAJARAN PKN


BAB I
PENDAHULUAN


Seiring dengan penerapan kurikulum nasional yang berbasis KTSP, portofolio dipandang sebagai informasi penting untuk mengukur salah satu keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Portofolio merupakan sebuah proses rekapitulasi berlangsungnya kegiatan pembelajaran secara detail peserta didik. Selain sebagai evidensi (dokumen) hasil proses belajar mengajar, portofolio juga menjadi sumber penting untuk menentukan kebijakan guru dan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Penilain berbasis portofolio dirancang dan difungsikan untuk mengetahui kemajuan peserta didik dalam satu kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasil belajar dalam kurun waktu tertentu. Portofolio berguna untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan peserta didik dan sekaligus seberapa jauh kurikulum dapat berjalan secara maksimal. Jadi antara implementasi kurikulum dengan hasil serap peserta didik setidaknya dapat diketahui dengan menggunakan portofolio.

Dalam proses pembelajaran, terdapat tiga hal yang saling berkesinambungan, yaitu materi (kurikulum), metode (cara, pendekatan) dan evaluasi (penilaian, pengukuran). Ketiga hal itu saling terkait satu sama lain dan sulit dipisahkan. Sehingga penilaian portofolio merupakan tugas yang dilakukan guru dengan mempertimbangkan soal pencermatan, keobjektifan dan secara terus menerus. Penilaian bukanlah hasil rekaan, imajinatif atau catatan kosong, tetapi penilaian adalah suatu cacatan realitas yang penuh arti dan makna, baik bagi penilai maupun yang dinilai ataupun pengguna nilai. Sehingga penilaian itu harus menunjukkan kategorisasi yang lengkap dan utuh, dan hal itu terumuskan secara sistematis dalam bentuk portofolio.
Seperti yang terjadi pada perkembangan dekade terakhir, bahwa penilaian portofolio merupakan suatu pendekatan baru yang menjadi paket dari implementasi kurikulum. Konsep ini, belajar dari keberhasilan pendidikan di negara-negara maju, bahwa portofolio digunakan sebagai bahan untuk standarisasi. Selama ini, standar capaian mutu pendidikan masih bersifat tradisional yakni menggunakan penilaian yang bersifat paket dari materi atau untuk mengejar materi habis. Dengan penilaian portofolio, interaksi edukatif akan terkontrol secara menyeluruh, karena penilaian ini berjalan mulai dari awal hingga akhir kontrak studi belajar.

Implementasi penilaian portofolio ini akan memudahkan guru melihat perkembangan peserta didik sampai batas-batas tertentu. Melalui penilaian portofolio, peserta didik juga bisa mengetahui tentang aspek-aspek apa saja yang mereka sudah kerjakan selama waktu belajar. Segala kelemahan dan keunggulannya mereka dapat mengakses melalui lembar portofolio. Selain itu, portofolio juga memungkinkan peserta didik dapat menunjukkan kelebihan yang mereka miliki dalam kelas-kelas yang heterogen.

Lebih dari itu, penilaian portofolio membantu guru dalam melakukan penempatan kelas peserta didik agar proses belajar mereka lebih dinamis dan kreatif, serta mendorong perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Tugas ini memacu guru untuk bertanggungjwab (akuntabilitas) terhadap konstituen (peserta didik) orang tua, dan masyarakat. Dengan adanya portofolio, akses peserta didik, orangtua, dan masyarakat dapat mengetahuinya secara transparan dan objektif dari hasil belajar.

Satu hal lagi yang menjadi penekanan pada penerapan kurikukum adalah penilaian berbasis kelas. Konsep tersebut merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru untuk menetapkan tingkat pencapaian dan penguasaan peserta didik terhadap tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, yakni standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian belajar. Dari hasil penilaian tersebut, akan bermanfaat bagi peserta didik sendiri, orangtua, dan bagi masyarakat.
Sebagai upaya pembaruan proses kegiatan pembelajaran, penilaian berbasis kelas ataupun penilaian portofolio memberikan kerangka dasar yang lebih maju ketimbang sebelumnya. Upaya ini akan secara terus menerus menggali kompetensi peserta didik agar mereka dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan. Sehingga prinsip penilaian berbasis kelas atau juga portofolio berangkat dari kerangka motivasi, validitas, adil, terbuka, berkesinambungan, bermakna dan menyeluruh. Dari prinsip tersebut, tugas dan tanggung jawab guru di sekolah akan semakin jelas dan dapat dibedakan dengan profesi lain.



BAB II
PEMBAHASAN MATERI


A.    PENGERTIAN PORTOFOLIO
Secara etimologi, portofolio berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan dari report) yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap. Jadi portofolio berarti laporan lengkap segala aktivitas seseorang yang dilakukannnya (Erman S. A., 2003 dalam Nahadi dan Cartono, 2007). Secara umum portofolio merupakan kumpulan dokumen seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam dunia pendidikan portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang ditentukan guru atau oleh siswa bersama guru. Portofolio dalam pendidikan adalah bagian dari usaha dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Sehingga tidak setiap kumpulan karya siswa disebut sebagai portofolio.
Portofolio dapat digunakan untuk mendokementasikan perkembangan siswa. Kerena menyadari proses belajar sangat penting untuk keberhasilan hidup, portofolio dapat digunakan oleh siswa untuk melihat kemajuan mereka sendiri terutama dalam hal perkembangan, sikap keterampilan dan ekspresinya terhadap sesuatu.
Portofolio mencakup berbagai contoh pekerjaan siswa yang tergantung pada keluasan tujuan. Contoh pekerjaan siswa ini memberikan dasar bagi pertimbangan bagi kemajuan belajarnya dan dapat dikomunikasikan dengan siswa, orang tua serta pihak lain yang berkepentingan. Sehingga portofolio dapat digunakan untuk mendokumentasikan perkembangan siswa dalam setiap kegiatan dan proses pembelajaran. Secara umum, dalam dunia pendidikan portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa atau catatan mengenai siswa yang didokumentasikan secara baik dan teratur. Portofolio dapat berbentuk tugas-tugas yang dikerjakan siswa, jawaban siswa atas pertanyaan guru, catatan hasil observasi guru, catatan hasil wawancara guru dengan siswa, laporan kegiatan siswa dan karangan atau jurnalyang dibuat siswa.
Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari uasaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum.
Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa. Portofolio demikian disebut juga ‘portofolio untuk penilaian’ atau ‘portofolio penilaian’.

B.     PENGERTIAN PENILAIAN PORTOFOLIO
Penilaian portofolio merupakan satu metode penilaian berkesinambungan, dengan mengumpulkan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan seseorang (Pomham, 1984).
Aspek yang diukur dalam penilaian portofolio adalah tiga domain  perkembangan psikologi anak yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Penilaian Portofolio
Portofolio dapat diartikan sebagai suatu wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai ajektif. Sebagai suatu wujud benda fisik portofolio adalah bundel, yaitu kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundel. Misalnya hasil tes awal (pre-test), tugas, catatan anekdot, piagam penghargaan, keterangan melaksanakan tugas terstruktur, hasil tes akhir (post-test) dan sebagainya. Sebagai suatu proses sosial pedagogis, portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran peserta didik baik yang berwujud pengetahuan (kognitif), keterampilan (skill), maupun sikap (afektif). Adapun sebagai suatu ajektif portofolio seringkali dihubungkan dengan konsep pembelajaran atau penilaian yang dikenal dengan istilah pembelajaran berbasis portofolio atau penilaian berbasis portofolio.
Portofolio
·         Sebagai benda fisik (bundle atau dokumen)
·         Sebagai suatu proses social
·         Sebagai adjective (Pembelajaran portofolio, assesmen portofolio)
Portofolio sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai instrument penilaian atau salah satu komponen dari instrument penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa. Portofolio demikian disebut juga portofolio untuk penilaian atau asesmen portofolio.
Berdasarkan pengertian tentang evaluasi, penilaian, asesmen dan portofolio, maka dapat disimpulkan bahwa asesmen portofolio dalam pembelajaran kimia dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses, hasil pertumbuhan, perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik yang bersumber dari catatan dan dokumen pengalaman belajarnya di dalam pembelajaran kimia. Dalam konteks penilaian, asesmen portofolio juga diartikan sebagai upaya menghimpun kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisir yang diambil selama proses pembelajaran, digunakan oleh guru dan peserta didik dalam mata pelajaran tertentu
Portofolio siswa untuk penilaian atau assesmen portofolio merupakan kumpulan produksi siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:
  1. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.
  2. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan.
  3. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan.
  4. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah dalam mata pelajaran yang bersangkutan.
  5. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antar mata pelajaran.
  6. Penyelesaian soal-soal terbuka.
  7. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya.
  8. Laporan kerja kelompok.
  9. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam vidio, alat rekam audio dan computer.
  10. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.
  11. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugaskan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan).
  12. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa  terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.
  13. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.
  14. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran.
Untuk menerapkan asesmen portofolio dibutuhkan suatu rubrik atau pedoman terperinci penilaian. Asesmen portofolio hendaknya tidak hanya ditekankan kepada keberhasilan siswa dalam memperoleh jawaban yang diinginkan oleh guru, tetapi lebih ditekankan pada proses berfikir siswa yang terdapat atau tersirat dalam isi portofolio. Penilaian berbasis kompetensi mempunyai prinsip belajar tuntas (mastery learning), siswa tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar, dan hasil yang baik. Salah satu model yang cocok dengan prinsip tersebut adalah model asesmen portofolio.

C.    MODEL ASESMEN PORTOFOLIO MENGGUNAKAN ACUAN PENILAIAN KRITERIA, YANG INTINYA ADALAH BAHWA:
·         Semua anak memiliki kemampuan yang sama dan bisa belajar apa saja, hanya waktu yang diperlukan untuk mencapai kemampuan tertentu berbeda.
·         Standar ketuntasan harus ditentukan terlebih dahulu.
·         Hasil penilaian;lulus atau tidak lulus.
Aspek yang diukur dalam asesmen portofolio adalah tiga ranah perkembangan psikologi anak yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.
  1. Prilaku kognitif
Berdasarkan taksonomi kognitive Bloom, terdapat enam tingkatan kognitif berfikir:
·         Pengetahuan (knowledge) : kemampuan mengingat (misal mengingat rumus)
·         Pemahaman (comprehension) : kemampuan memahami (menyimpulkan suatu paragraph)
·         Aplikasi (application) : kemampuan penerapan (misalnya menggunakan informasi atau pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah).
·         Analisis (analysis) : kemampuan menganalisis suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian kecil (misalnya menganalisis bentuk, jenis atau arti)
·         Sintesis (synthesis) : kemampuan menggabungkan beberapa informasi menjadi kesimpulan (misalnya memformulasikan hasil penelitian).
·         Evaluasi (evaluation) : kemampuan mempertimbangkan mana yang baik untuk mengambil tindakan tertentu.


  1. Prilaku afektif
Mencakup penilaian perasaan, tingkah laku, minat, kesukaan, emosi dan motivasi.
  1. Prilaku psikomotorik
Mencakup penilaian keahlian. Penilaian psikomotorik adalah penilaian pembelajaran yang banyak menggunakan praktek seperti agama, kesenian, olahraga, sains dan bahasa, sementara itu untuk mata pelajaran yang tidak terdapat kegiatan praktek, tidak terdapat penilaian psikomotoriknya. Bentuk instrument dan jenis tagihan yang digunakan untuk assesmen portofolio adalah tes tertulis (obyektif dan non-obyektif), tes lisan (wawancara), tes perbuatan (lembar pengamatan), non-tes (angket, kuisioner), dan hasil karya (daftar cek, produk dan laporan.

D.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENGGUNAAN PORTOFOLIO
Untuk menilai proses dan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan portofolio diperlukan kemauan dan kerja keras guru, motivasi siswa, dan dukungan sekolah. Portofolio yang dilaksanakan dengan baik akan memberikan penilaian belajar siswa secara menyeluruh terhadap kemajuan-kemajuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa selama dalam proses pembelajaran. Pada dasarnya penggunaan portofolio sebagai penilaian dalam sistem pembelajaran di sekolah memiliki kelebihan-kelebihan, namun demikian juga memiliki kekurangan-kekurangan sebagai hambatan yang mungkin ditemui dalam penerapannya.
Dengan portofolio, semua isinya akan dinilai. Siswa diharapkan akan memberikan perhatian yang tinggi pula kepada bagian-bagian yang tidak diujikan atau tidak masuk dalam tes. Jika guru ingin agar siswanya suka melakukan penyelidikan atau melakukan eksplorasi, tidak sekedar menghafal, dan siswanya tidak mudah melupakan materi tertentu, maka penggunaan portofolio penilaian merupakan jalan yang cocok untuk maksud itu.
Belajar merupakan proses yang panjang. Untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang sesuatu, siswa memerlukan banyak pengalaman (banyak membaca, banyak merenungkan, banyak komunikasi, memecahkan banyak masalah, dan sebagainya.). Pembentukan gambar tentang kompetensi siswa juga memerlukan berbagai instrumen penilaian.Portofolio yang berisi koleksi produk siswa, dan laporan proses yang dilalui oleh siswa, yang meliputi rentang waktu yang panjang, dapat memberikan gambaran yang relatif lengkap tentang perkembangan dan kompetensi siswa yang bersangkutan.

1.      Kelebihan Penggunaan Portofolio

Penggunaan portofolio untuk penilaian juga bermanfaat, karena hal-hal berikut.
1)      Portofolio menyajikan atau memberikan:“bukti” yang lebih jelas atau lebih lengkap tentang kinerja siswa daripada hasil tes di kelas
2)      Portofolio dapat merupakan catatan penilaian yang sesuai dengan program pembelajaran yang baik
3)      Portofolio merupakan catatan jangka panjang tentang kemajuan siswa
4)      Portofolio memberikan gambaran tentang kemampuan siswa
5)      Penggunaan portofolio penilaian memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan keunggulan dirinya, bukan kekurangan atau kesalahannya dalam mengerjakan soal atau tugas.
6)      Penggunaan portofolio penilaian mencerminkan pengakuan atas bervariasinyagayabelajar siswa.
7)      Portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam penilaian hasil belajar
8)      Portofolio membantu guru dalam menilai kemajuan siswa
9)      Portofolio membantu guru dalam mengambil keputusan tentang pembelajaran atau perbaikan pembelajaran
10)  Portofolio merupakan bahan yang relatif lengkap untuk berdiskusi dengan orang tua siswa, tentang perkembangan siswa yang bersangkutan.
11)  Portofolio membantu pihak luar untuk menilai program pembelajaran yang bersangkutan

 

2.      Kekurangan/Kelemahan Penggunaan Portofolio

Penggunaan portofolio juga memiliki kelemahan atau kesulitan antara lain:
1)      Penggunaan portofolio tergantung pada kemampuan siswa dalam menyampaikan uraian secara tertulis. Selama siswa belum lancar berbahasa tulisIndonesia, penggunaan portofolio akan merupakan beban tambahan yang memberatkan sebagian besar siswa.
2)      Penggunaan portofolio untuk penilaian memerlukan banyak waktu dari guru untuk melakukan penskoran; apalagi kalau kelasnya besar.
Oleh karena itu, portofolio yang ditugaskan untuk dibuat perlu disesuaikan dengan kemampuan siswa berbahasa tulisIndonesiadan waktu yang tersedia bagi guru untuk membacanya.

Fungsi portofolio dalam sertifikasi guru dalam jabatan adalah untuk menilai kompetensi guru sebagai pendidik dan agen pembelajaran. Meliputi :
·         Kompetensi pedagogik dinilai antara lain melalui : Dokumen kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, prestasi akademik, karya pengembangan professi, keikutsertaan dalam forum ilmiah, dan penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
·         Kompetensi kepribadian dinilai antara lain melalui: Pengalaman mengajar, dokumen penilaian dari atasan dan pengawas,pengalaman menjadi pengurus organisasi di bidang kependidikan dan social, dan penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
·         Kompetensi sosial dinilai antara lain melalui: Dokumen penilaian dari atasan dan pengawas, prestasi akademik, keikutsertaan dalam forum ilmiah, pengalaman menjadi pengurus organisasi di bidang kependidikan dan social, dan penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
·         Kompetensi profesional dinilai antara lain melalui: Dokumen kualifikasi akademik, pendidikan dan pelatihan, pengalaman mengajar, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, prestasi akademik, karya pengembangan professi, keikutsertaan dalam forum ilmiah, dan penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.
Dan secara lebih spesifik dalam kaitan dengan sertifikasi guru, portofolio guru berfungsi sebagai :
1.      Wahana guru untuk menampilkan dan/atau membuktikan unjuk kerjanya yang meliputi produktivitas, kualitas, danrelevansi melalui karyakarya utama dan pendukung;
2.      Informasi/data dalam memberikan pertimbangan tingkat kelayakan kompetensi seorang guru, bila dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan;
3.      Dasar menentukan kelulusan seorang guru yang mengikuti sertifikasi (layak mendapatkan sertifikat pendidikan atau belum); dan
4.      Dasar memberikan rekomendasi bagi peserta yang belum lulus untuk menentukan kegiatan lanjutan sebagai representasi kegiatan pembinaan dan pemberdayaan guru.


BAB III
PENUTUP


Guru menggunakan portofolio untuk menilai kerja siswa dari waktu ke waktu. Sebagai hasilnya, mereka mngungkap banyak hal tentang cara belajar siswa dan apa yang mereka pelajari. Ada bebrapa pendekatan terhadap penilaian portofolio, namunsemuanya memerluka setidaknya tiga unsur penting; pengoleksian, pemilahan, dan pertimbangan.Pengoleksian mengacu pada pengumpulan aktual karya siswa selama satu tahun pelajaran. Representasi dari proses dan produknya di cantumkan sehingga portofolio itu berisi bermacam ragam kemampuan seorang siswa. Karena mustahil untuk menyimpan segala yang telah di selesaikan oleh seorang siswa dalam satu tahun, seleksi merupakan unsur penting kedua. Guru dan siswamenyusun kriteria untuk membantu mereka dalam menyeleksi materi mana yangbharus dimasukkan ke dalam portofolio siswa. Kriteria penyeleksian itu sangat pentingbagi proses portofolio; bila tidak, portofolio menjadi sekedar tumpukan kertas.Pertimbangan tentang isi portofolio juga perlu di lakukan. Tanpa itu, seluruhproses akan menjadi sangat dangkal.   Kekuatan penilaian portofolio terletak pada poladan kecenderungan yang terungkap sewaktu menganalisis isinya pada berbagai poindalam satu tahun. Minat, sikap dan kelebihan serta umumnya berhasil dalam kelas yang berorientasi-pembelajar. Siswa harus terlibat aktif dalam penilaian portofolio agar kegiatan inibernilai guna.2. Orang tua juga dapat di libatkan dalam penilaian portofolio dengan mendokumentasi kegiatan baca tulis anak di rumah.Banyak guru yang menyimpan portofolio mereka sendiri, yang masing-masing metode belajar mengajar mempunyai kelebihan dan kekurangan, oleh karena itumetode mengajar tidak digunakan secara sendiri-sendiri, tetapi merupakan kombinasi beberapa metode belajar mengajar.




No comments:

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Komentar!.