Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Komentar!.

Wednesday, 14 March 2012

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA


KEBUTUHAN DASAR MANUSIA


Ciri Kebutuhan Dasar Manusia

Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya, manusia akan berpikir lebih keras dan bergera untuk berusaha mendapatkannya.

Faktor  yang Memengaruhi Kebutuhan Dasar Manusia
Kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut :
1.      Penyakit. Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan   pemenuhan kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan besar dari biasanya.
2.      Hubungan Keluarga. Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rasa curiga, dan lain-lain.
3.      Konsep Diri. Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang positif memberikan makna dan keutuhan (wholeness) bagi seseorang. Konsep diri yang sehat menghasilkan perasaan positif terhadap diri. Orang yang merasa positif tentang dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yang sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan.
4.      Tahap Perkembangan. Sejalan dengan meningkatnya usia manusia mengalami perkembangan. Setiap tahap perkembangan tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda, baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial maupun spiritual, mengingat berbagai fungsi organ tubuh mengalami proses kematangan dengan aktivitas yang berbeda untuk setiap tahap perkembangan.

Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow
Abraham Maslow membagi kebutuhan dasar manusia ke dalam lima tingkat berikut:
1.   Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling dasar, antara lain pemenuhan oksigen dan pertukaran gas, kebutuhan cairan (minuman), nutrisi (makanan), eliminasi, istirahat dan tidur, aktivitas, keseimbangan suhu tubuh, dan seksual.
2.   Kebutuhan rasa aman dan perlindungan dibagi menjadi perlindungan fisik dan perlindungan psikologis.

a.   Perlindungan fisik meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup seperti penyakit, kecelakaan, bahaya dari lingkungan dan sebagainya.
b.   Perlindungan psikologis, yaitu perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing. Misalnya, kekhawatiran yang dialami seseorang ketika masuk sekolah pertama kali, karena merasa terancam oleh keharusan untuk berinteraksi dengan orang lain dan sebagainya.
3.   Kebutuhan rasa cinta, yaitu kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki, antara lain memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan, persahabatan, mendapat tempat dalam keluarga, kelompok sosial, dan sebagainya.
4.   Kebutuhan akan harga diri maupun perasaan dihargai oleh orang lain. Kebutuhan ini terkait, dengan keinginan untuk mendapatkan kekuatan, meraih prestasi, rasa percaya diri dan kemerdekaan diri. Selain itu, orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain.
5.   Kebutuhan aktualiasasi diri merupakan kebutuhan tertinggi dalam hierarki Maslow, berupa kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain/lingkungan serta mencapai potensi diri sepenuhnya

Gardner Murpy menggambarkan kebutuhan itu atas empat kategori, yang terdiri dari:
-          Kebutuhan dasar yang berkaitan bagian-bagian penting tubuh misalnya kebutuhan untuk makan, minum, udara, dan sejenisnya.
-          Kebutuhan akan kegiatan, meliputi kebutuhan untuk tetap bergerak
-          Kebutuhan sensorik yang meliputi kebutuhan untuk warna, suara, ritme, kebutuhan yang berorientasi terhadap lingkungan dan sejenisnya.
-          Kebutuhan untuk menolak sesuatu yang tidak mengenakkan, seperti rasa sakit, ancaman, ketakutan, dan sejenisnya.

Sedangkan Erich Fromm mengidentifikasi kebutuhan manusia itu berasal dari kondisi keadaannya, yang meliputi:
1.   Keterhubungan versus narcissisme
2.   Transenden-creativitas versus penghancuran
3.   Kekeluargaan versus non kekelargaan
4.   Rasa identitas-individualitas versus konformitas kelompok
5.   Kebutuhan pengabdian rasional versus irrasional
Selanjutnya beberapa macam kebutuhan dasar manusia menurut Knowles yang dapat dijadikan konsep dasar untuk pengembangan program pembelajaran pendidikan non formal, dapat disimpulkan sebagai berikut:
Kebutuhan fisik. Kebutuhan ini adalah kebutuhan yang paling mudah dilihat. Dalam hubungan dengan pendidikan, maka kebutuhan itu meliputi kebutuhan untuk melihat, mendengar, beristirahat. Jika tulisan terlalu kecil, suara terlalu pelan, jika kursi terlalu keras cenderung orang tidak terlalu merasa senang, sehingga tidak dapat mengkonsentrasikan dirinya kepada proses pembelajaran. Kebutuhan fisik merupakan sumber motivasi pada sebagian tindakan manusia.
Kebutuhan bertumbuh. Menurut para ahli psikologi dan psikiatri kebutuhan untuk pertumbuhan dan berkembang merupakan kebutuhan yang paling dasar dan universal. Hal ini terlihat pada anak-anak adanya dorongan untuk belajar berbicara, merangkak, berjalan dan tumbuh dengan berbagai cara. Para remaja dan pemuda merasakan adanya kebutuhan untuk melepaskan diri dari pengawasan orang tua. Gejala ini tidak hanya terbatas pada masyarakat bebas seperti di negara-negara maju, tetapi di dalam masyarakat primitive sekalipun gejala ini dapat ditemukan. Tidak dapat disangkal bahwa pada anak-anak terdapat dorongan yang kuat untuk tumbuh dan berkembang.
Kebutuhan akan keselamatan; kebutuhan akan keselamatan mencakup keselamatan fisik dan psikologik seperti perlindungan atas ancaman harga diri. Kebutuhan ini mendorong manusia untuk bersikap hati-hati dan waspada dalam suatu situasi asing. Kebutuhan ini menyebabkan kita biasanya lebih merasa aman bekerja secara sistematik di dalam lingkungan yang teratur. Setiap orang ingin mengetahhui dimana dan bagaimana mendapatkan sesuatu, apa yang akan terjadi selanjutnya, kemana ia akan pergi. Ia lebih cenderung bekerja menurut cara lama dari pada cara baru sekalipun mungkin lebih baik hanya karena ia merasa lebih aman bekerja dengan cara yang lama itu. Karena itu kebutuhan akan keselamatan perlu diketahui di dalam belajar sehingga dapat memanfaatkannya untuk kepentingan belajar. Di satu pihak ia dapat menjadi pendorong yang kuat atau dilain pihak ia dapat menjadi penghambat dalam belajar.
Kebutuhan akan pengalaman baru; sementara manusia mencari keselamatan, mereka juga menciptakan ketegangan dalam bentuk petualangan yang mengasyikkan dan penuh risiko. Orang cenderung menjadi bosan dengan yang rutin, terlalu monoton. Orang membutuhkan pengalaman-pengalaman baru, mencari teman baru, dan ide baru. Kebutuhan ini sangat penting untuk mendorong proses pembelajaran yang berhasil.
Kebutuhan untuk dikasihi; semua orang ingin disukai, meskipun cara yang ditempuh untuk mencapainya kadang-kadang menunjukkan dorongan yang bertentangan. Ini sesungguhnya adalah kebutuhan social, kebutuhan sesorang untuk berbuat sesuatu untuk menyenangkan orang lain sekalipun dengan harus dengan pengorbanan diri sendiri, yang menyebabkan ia mencari orang lain untuk bertukar minat pengalaman, kesenangan dan kesusahan. Jika ia merasa tidak disukai yaitu kebutuhannya tidak terpuaskan, mungkin ia mereaksi salah satu dari dua ujung yang ekstrim apakah dengan menarik diri atau secara agresif menunjukan permusuhan atau mungkin juga ia mengambil jalan tengah dengan bertingkah pura-pura setuju.
Kebutuhan untuk dikenal; setiap manusia merasa perlu untuk dihargai, dipuji dan dihormati oleh orang lain. Keinginan ini mendorong orang untuk berusaha memperoleh kedudukan di dalam kelompok social lembaga dan masyarakatnya. Kebutuhan ini menyebabkan mereka mencari status dan perhatian. Orang yang tidak berhasil memenuhi kebutuhan ini mungkin menderita simtom penarikan diri atau sekali menampilkan diri, mencoba menarik perhatian orang lain. Kadang-kadang sulit bagi seseorang untuk menerima kebutuhan pribadi yang mendalam ini sebagai sesuatu yang normal atau alamiah, karena simtom-simtom perilakunya yang begitu menyakitkan bahkan sampai merusak. Tetapi setiap orang yang ingin menolong orang lain belajar harus menerima kebutuhan-kebutuhan personalitas yang terdapat secara alamiah di dalam diri setiap orang sebagai sumber kekuatan motivasi yang luar biasa untuk belajar.
Tenaga Pendidikan non formal seharusnya memahami dan mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia dalam penyusunan dan penyelenggaraan program pembelajaran pendidikan noon formal. Petugas pendidikan non formal yang memiliki pengetahuan mengenai kebutuhan-kebutuhan dasar manusia itu akan berusaha menyiapkan kenyamanan fisik untuk keperluan proses pembelajaran. Ia akan memberikan pengalaman belajar yang menjamin pertumbuhan warga belajar. Ia akan mentransferkan program-program pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan ketentaraman social, ekonomi, psikologi dan akan meyiapkan suatu lingkungan yang dapat menjamin ketenangan dalam belajar.
Para tenaga PLS yang memahami mengenai kebutuhan dasar, akan memperhitungkannya dalam berbagai hal. Ia akan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memberikan setiap peserta pengalaman belajar yang akan menjamin perasaan untuk berkembang bagi stiap orang. Ia akan menawarkan program belajar yang akan meningkatkan keamanan psikologis dan spiritual serta memberikan rasa aman selama belajar. Ia akan menciptakan lingkungan yang akan menumbuhkan minat baru serta gagasan baru, sehingga program belajarnya tidak bersifat rutin. Ia akan memberikan kesempatan timbulnya hubungan yang hangat antara peserta atau warga belajar dengan tenaga PLS atau antara peserta dengan peserta. Ia menyadari bahwa setiap peserta memerlukan pengakuan atau perhatian.
Bagi seorang tenaga PLS yang sederhana, ia akan membantu peserta menyadari akan kebutuhnnya serta memperluas pengalamannya dan meningkatkan kemampuan mereka, sehingga dapat memuaskan kebutuhannya melalui perilaku yang efektif. ia akan menyadari bahwa salah satu tujuan pendidikan adalah membentu peserta agar mereka memperoleh pemahaman yang lebih objektif terhadap sebab-sebab perilakunya dan menjadi lebih terampil dalam mendiagnosa kebutuhannya untuk pengembangan lebih lanjut agar dapat memberikan kepuasan yang lebih baik terhadap kebutuhan fisik dan psikologisnya.
Aspek lain yang perlu dipahami mengenai kebutuhan dasar manusia adalah dalam hubungannya dengan waktu. Artinya kebutuhan dasar mereka akan berubah baik intensitasnya maupun kualiitasnya sejalan dengan pertambahan umur mereka. Misalnya kebutuhan untuk memperoleh pengakuan atau kebutuhan akan berprestasi akan menurun sejalan dengan bertambanhnya umum dan penurunan itu terutama disebabkan adanya rasa puas atau kebutuhan tersebut telah diganti oleh kebutuhan lainnya.

No comments:

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Komentar!.