Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Komentar!.

Monday, 5 April 2010

Makalah Maternitas

KATA PENGANTAR


Untuk meningkatkan perkuliahan, maka para mahasiswa harus dapat mempersiapkan diri dengan mempelajari materi yang akan dibahas sehingga kuliah lebih bersifat aktif.

Cara yang sedemikian mempunyai yang lain ialah membiasakan mereka membaca buku sehingga setelah lulus kebiasaan ini dapat dilanjutkan kesukaran dalam melaksanakan cita-cita ini ialah bahwa buku-buku masih kurang dan hampir semuanya dalam bahasa asing.
Mudah-mudahan makalah ini akan berguna bagi mahasiswa dan mahasiswi.


Indramayu, April 2006

Penyusun


DAFTAR ISI



Kata Pengantar i
Pengertian 1
Patofisioogi 2
Pemeriksaan Penunjang 2
Pencegahan 3
Daftar Pustaka 5


KELAINAN PADA KEHAMILAN


Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering dijumpai pada kehamilan trimester I, kurang lebih pada 6 minggu setelah haid terakhir selama I0 minggu. Sekitar 60 - 80% primi gravida dan 40-60 % multi gravida mengalami mual dan muntah, namun gejala ini menjadi lebih berat hanya pada 1dari 1.000 kehamilan.

Etiologi
Belum diketahui pasti. namun beberapa fakta mempunyai pengaruh : antara lain :
· Faktor predisposisi, yaitu primi gravida, mola hidatidosa, dan kehamilan ganda
Pada kehamilan lanjut pada primi gravida sering timbul garis-garis memanjang atau serong pada peru t.
Garis-garis ini disebut striae gravidarum. Kadang-kadang garis-garis itu terdapat juga pada buah dada dan paha.
Pada seorang primi gravida warnanya membiru dan disebut striae lividae.
Pada seorang multi gravida di samping striae yang biru terdapat juga garis-garis putih agak mengkilat ialah parut (cicatrix) dari striae gravidarum pada kehamilan yang lalu.
Striae yang putih ini disebut striae albicans.
Dahulu diduga bahwa striae ini disebabkan karena Wit perut diregang, tetapi sekarang orang berpendapat bahwa striae ini timbul sebagai akibat dari hyperfungsi gl. suprarenalis.
Selain striae gravidarum, pada kulit terdapat pula hyperpigmentasi antara lain pada areolamammae, papilla mammae dan linea alba.
Linea alba yang tampak hitam disebut linea nigra. Hyperpigmentasi kadang-kadang terdapat pada kulit muka (pipi) disebut chloasma gravidarum. Pada umumnya setelah partus selesai, gejala hyperpigmentasi ini menghilang.
Sebab terjadinya hyperpigmentasi belum jelas, mungkin ada hubungan dengan hypertrofi, dan hyperfungsi dari cortex gl. suprarenalis atau dari hypophysis.

· Faktor organik, yaitu alergi, masuknya vili khorialis dalam sirkulasi, perubahan metabolik akibat hamil, dan resistensi ibu yang menurun.
· Faktor psikologis.

Patofisiologi
Perasaan mual akibat kadar estrogen meningkat. Mual dan muntuh terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi, hiponatrernia, hipokloremia, penurunun klerida urin, selanjutnya terjadi hemokonsentrasi yang mengurangi perfusi darah ke jaringan dan menyebabkan tertimbunnya zat toksik. Pemakaian cadangan karbohidrat dan lemak menyebabkan oksidasi lemak tidak sempurna hingga terjadi ketosis. Hipokalemia akibat muntah dan ekskresi yang berlebihan selanjutnya menambah frekuensi muntah dan merusak hepar. Selaput lendir esofagus dan lambuny dapat robek (sindrom Mallory-Weiss) sehingga terjadi perdarahan gastrointestinal.

Manifestasi Klinis
Menurut berat ringannya gejala, hiperemesis gravidarum dibagi dalam 3 tingkatan, yaitu :
· Tingkat I. Muntah terus-menerus yang mempengaruhi keadaan umum. menimbulkan rasa lemah, nafsu makan tak ada, berat badan turun, dan nyeri epigastrium. Frekuensi nadi pasien naik sekitar 100 kali per menit. tekanan darah sistolik turun. turgor kulit berkurang, lidah kering, dan mata cekung.
· Tingkat II. Pasien tampak lemah dan apatis, lidah kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang naik, dan mata sedikit ikterik. Berat badan pasien turun, timbul hipotensi. hemokonsentrasi, oligouria, konstipasi, dan napas berbau aseton.
· Tingkat III. Kesadaran pasien menurun dari somnolen sampai koma, muntah herhenti, nadi kecil dan cepat. suhu meningkat, dan tekanan darah makin turun.

Pemeriksaan Penunjang
Elektrolit darah dan urinalisis

Komplikasi
Ensefalopati wernicke dengangejala nistagmus, diplopia dan perubahan mental, serta payah hati dengan gejala timbulnya ikterus.

Diagnosis
Dari Anamnesis didapatkan aminore tanda kehamilan muda dan muntah terus menerus. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan pasien lemah, apatis sampai koma, nadi meningkat sampai 100 kali per menit. Suhu meningkat, tekanan darah turun atau ada tanda dehidrasi lain. Pada pemeriksaan ekeltrolit darah ditemukan kadar Natrium dan klorida turun. Pada pemeriksaan urin kadar klorida turun dan dapat ditemukan keton.
Volume darah bertambah, baik plasmanya maupun erythrocutnya; tetapi penambahan volume plasmanya yang disebabkan oleh hydraemia lebih menonjol hingga biasanya kadar Hb, turun.
Batas-batas fisiologis ialah :
- Hb. 10 gr %
- Erythrocyt 3,5 juta per mm3
- Leucocyt 8.000 – 10.000 per mm3
Jadi jumlah leucocyt naik secara fisiologis.
Dalam kehamilan jumlah leucocyt yang lebih dari 12.000/mm3 baru menunjukkan akan adanya infeksi.
Dalam persalinan dan nifas jumlah leucocyt yang masih fisiologis ialah sampai 15.000 / mm3.


Diagnosis Banding
Muntah karena.gastritis ulkus peptikum, hepatitis. kolesistitis, pielonefritis, dll.

Pencegahan
Prinsip pencegahan adalah mengobati emesis agar tak terjadi hipermesis.
· Penerangan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses fisiologis
· Makan sedikit-sedikit. tetapi sering. Berikan makanan selingan seperti biskuit. roti kering dengan teh hangat saat bangun pagi dan sebelum tidur. Hindari makanan berminyak dan berbau. Makanan sebaiknya dalam keadaan panas atau sangat dingin.
· Defektrasi teratur.





Penatalaksanaan
Bila pencegahan tidak berhasil, maka diperlukan pengobatan, yaitu :
· Penderita diisolasi dalam kamar yang tenang dan cerah dengan pertukaran udara yang baik. Kalori diberikan secara Parentral dengan glukossa 5% dalam cairan fisiologis sebanyak 2 – 3 liter sehari.
· Diuresis, selalu dikontrol untuk menjaga keseimbangan cairan.
· Bila selama 24 jam penderita tidak muntah dan keadaan umum bertambah baik, coba belikan minuman dan makanan yang sedikit demi sedikit ditambah.
· Sedatif, yang diberikan adalah fenomarbarbital.
· Dianjurkan pemberian vitamin B1 dan B6 tambahan.
· Pada keadaan lebih berat berikan anti emetik seperti metoklopramid disiklomin hidroklorida atau klorpromazin.
· Berikan terapi psikologis untuk meyakinkan pasien penyakitnya bisa disembuhkan serta menghilangkan rasa takut hamil dan konflik yang melatarbelakangi hypertensis.
Bila pengobatan tidak berhasil, bahkan gejala makin berat hingga timbul ikterus delilium koma takikardi anuria dan perdarahan retina pertimbangkan abortus terapeutik.

Prognosis
Dengan penanganan yang baik prognosis sangat memuaskan. Namun pada tingkat yang berat dapat menyebabkan kematian ibu dan janin.

DAFTAR PUSTAKA



- Kapita Selekta, Edisi Ketiga tahun 2001
- Obstetri Fisiologi, Prof. Sulaiman

No comments:

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda! Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Komentar!.