Minggu, 04 April 2010

Makalah Agama Iman Kepada Rasul Allah

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas petunjuknya kami telah menyelesaikan makalah ini.
Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada guru yang memberikan tugas kepada saya tentang beberapa materi yang disampaikan kepada saya sehingga saya bisa menyelesaikan makalah ini. Hal ini merupakan perwujudan dari kerjasama antara guru dan penyusun sehingga si penyusun bisa menyelesaikan tugasnya.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para teman-teman saya karena berkat do’a dan dukungannyalah sehingga saya bisa menyelesaikan tugas makalah ini.
Harapan saya dengan selesainya makalah ini, agar bisa bermanfaat bagi semua siswa betapa pentingnya ajaran Islam kepada kita. Tak lupa juga saya mohon maaf apabila dalam penyusunan karya tulis ini ada kesalahan maklum saya kan hanya manusia biasa. Mudah-mudahan karya tulis ini berguna buat kita semua. Amin-amin ya robbal ‘alamin.


Indramayu,      Agustus 2009

Penyusun

DAFTAR ISI


Kata Pengantar         i
Daftar Isi             ii
BAB     I     Iman Kepada Rasul-Rasul Allah         1
A.    Pengertian Iman Kepada Nabi dan Rasul         1
B.    Tugas Nabi dan Rasul         3
C.    Fungsi Iman Kepada Nabi dan Rasul         4

BAB     II     Penutup         5
A.    Kesimpulan         5
B.    Saran         5



BAB I
IMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLH


A.    Pengertian Iman Kepada Nabi dan Rasul
Nabi dan Rasul adalah sama-sama manusia laki-laki yang diberi wahyu oleh Allah SWT. Namun demikian antara nabi dan rasul berbeda, yaitu :
v    Nabi adalah manusia laki-laki yang dipilih Allah SWT untuk menerima wahyu-Nya tetapi tidak diperintah untuk menyampaikan kepada umatnya.
v    Rasul adalah manusia yang dipilih Allah untuk menerima wahyu-Nya dan berkewajiban untuk menyampaikan dan mengajarkannya kepada umat manusia.
Inti ajaran yang dibawa oleh nabi maupun rasul Allah adalah sama, yaitu ajaran Tauhid atau meng-Esakan Allah SWT. Arti iman kepada bani dan rasul adalah mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus diantara manusia pilihannya untuk menyampaikan wahyu/risalah kepada umatnya. Risalah tersebut berisi tuntunan/bimbingan kepada manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.
Firman Allah SWT :

ô‰s)s9ur $uZ÷Wyèt/ ’Îû Èe@à2 7p¨Bé& »wqß™§‘ Âcr& (#r߉ç6ôã$# ©!$# (#qç7Ï^tGô_$#ur |Nqäó»©Ü9$# ( Nßg÷YÏJsù ô`¨B “y‰yd ª!$# Nßg÷YÏBur ïƨB ôM¤)ym Ïmø‹n=tã ä's#»n=žÒ9$# 4 (#rçŽ�Å¡sù ’Îû ÇÚö‘F{$# (#rã�ÝàR$$sù y#ø‹x. šc%x. èpt7É)»tã šúüÎ/Éj‹s3ßJø9$# ÇÌÏÈ

Artinya : Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An-Nahl : 36)

Dalam menyampaikan risalah Allah SWT, kadangkala para rasul harus berhadapan dengan orang-orang yang merintanginya bahkan memusuhinya. Untuk mengatasi hal tersebut maka Allah SWT memberi mu’jizat kepada nabi dan rasul yang berfungsi untuk menguatkan keberadaan mereka dan melemahkan orang-orang yang menentangnya. Yang dimaksud Mu’jizat adalah keadaan/kejadian luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada para nabi dan rasul untuk mengalahkan/melemahkan orang-orang yang menentangnya, serta merupakan bukti kebenaran atas risalah yang dibawanya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa : 170 :

$pkš‰r'¯»tƒ â¨$¨Z9$# ô‰s% ãNä.uä!$y_ ãAqß™§�9$# Èd,ysø9$$Î/ `ÏB öNä3În/§‘ (#qãZÏB$t«sù #ZŽö�yz öNä3©9 4 bÎ)ur (#rã�àÿõ3s? ¨bÎ*sù ! $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur 4 tb%x.ur ª!$# $·K‹Î=tã $VJŠÅ3ym ÇÊÐÉÈ  

Artinya : Wahai manusia, Sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, Maka berimanlah kamu, Itulah yang lebih baik bagimu. dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena Sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa : 170)

Nabi dan rasul jumlahnya sangat banyak, dan hanya Allah sendiri yang mengetahuinya secara pasti. Adapun nama-nama nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an berjumlah 25 orang. Dari 25 Nabi dan Rasul tersebut, 5 diantaranya mendapat gelar atau sebutan Rasul Ulul Azmi, yaitu rasul yang memiliki ketabahan dan keuletan yang luar biasa dalam melaksanakan tugas-tugas yang diembannya dari Allah SWT.


B.    Tugas Nabi dan Rasul
Tugas pokok yang diberikan Allah SWT kepada para nabi dan rasul sejak dari Nabi Adam AS sampai dengan Nabi Muhammad SAW adalah :
1.    Memberi kabar gembira bagi orang-orang yang mentaati risalah-Nya.
2.    Membimbing umatnya ke jalan yang benar sehingga memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.
3.    Memberi peringatan kepada orang-orang yang mengingkari-nya.
Allah SWT berfirman :

$tBur ã@Å™ö�çR tûüÎ=y™ö�ßJø9$# žwÎ) tûïÎŽÅe³u;ãB z`ƒÍ‘É‹ZãBur ( ô`yJsù z`tB#uä yxn=ô¹r&ur Ÿxsù ì$öqyz öNÍköŽn=tã Ÿwur öNèd tbqçRt“øts† ÇÍÑÈ  
Artinya : Dan tidaklah Kami mengutus Para Rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan Mengadakan perbaikan, Maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. (QS. Al-An’am : 48)

Pada ayat yang lain Allah SWT berfirman :

!$¯RÎ) y7»oYù=y™ö‘r& Èd,ptø:$$Î/ #ZŽ�ϱo0 #\�ƒÉ‹tRur 4 bÎ)ur ô`ÏiB >p¨Bé& žwÎ) Ÿxyz $pkŽÏù Ö�ƒÉ‹tR ÇËÍÈ  
Artinya    :    Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.                           (QS. Al-Fathir : 24)

4.    Menyampaikan ajaran tauhid/meng-Esakan Allah.
Firman Allah SWT :
ô‰s)s9ur $uZ÷Wyèt/ ’Îû Èe@à2 7p¨Bé& »wqß™§‘ Âcr& (#r߉ç6ôã$# ©!$# (#qç7Ï^tGô_$#ur |Nqäó»©Ü9$# (

Artinya  :     Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut (setan) itu”. (QS. An-Nahl : 36)

C.    Fungsi Iman Kepada Nabi dan Rasul
Adapun fungsi iman kepada Nabi dan Rasul adalah :
1.    Menambah keimanan kepada Allah SWT, bahwa Rasul itu benar-benar pilihan Allah.
2.    Mengenal Allah SWT dan tata cara beribadah kepada-Nya.
3.    Mendorong manusia untuk memiliki kepribadian yang luhur dengan cara menjadikan Rasulullah sebagai “Uswatun Hasanah”
Allah SWT berfirman :

ô‰s)©9 tb%x. öNä3s9 ’Îû ÉAqß™u‘ «!$# îouqó™é& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ö�tƒ ©!$# tPöqu‹ø9$#ur t�ÅzFy$# t�x.sŒur ©!$# #ZŽ�ÏVx. ÇËÊÈ  

Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.
4.    Mempercayai ajaran-ajaran yang dibawa Rasul Allah untuk disampaikan kepada umatnya.
5.    Mengamalkan ajaran yang diberikan oleh Rasulullah


BAB II
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Meskipun dalam penyusunan karya tulis ini saya mengalami banyak hambatan dan rintangan namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya kami dapat menyelesaikan karya tulis ini dengna tuntas.
Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mohon maaf bila masih banyak kesalahan dalam penulisan maupun isi yang terkandung di dalamnya.
Kami harap karya tulis ini dapat mendatangkan manfaat bagi para pembaca pada umumnya.

B.    Saran
Berdasarkan pengalaman saya, ajaran agama Islam itu sangat penting di dunia maupun di akhirat. Demikian saran dari saya kurang dan lebihnya saya mohon maaf.

Tidak ada komentar: